Senewen saya sepersekian second -____-a

Semalaman seusai pulang dari kantor, saya melamun masih memikirkan nasib teman saya yang kecopetan. Semua isi beserta dompetnya raib tak berbekas. KTP, SIM, STNK, ATM dan credit card nya tinggal kenangan. Sebagai temannya saya ikut merasa kehilangan juga tapi apa yang bisa saya perbuat?

Sepanjang perjalanan ke rumah saya tidak konsentrasi membawa kendaraan dengan berbagai macam solusi yang harus saya temukan untuk memecahkan masalah teman saya. Bukannya saya kasihan dengan dia cuma yang di benak saya "kalau keadaan terbalik, saya yang berada di posisi teman saya". Entah bagaimana susahnya saya dan berharap salah seorang teman dekatnya ikut mengusahakan sesuatu.

Lebih anehnya lagi sesampainya saya di rumah, saya cuma diam sewaktu sodara saya mengajak ngobrol #melamun kembali#. Mungkin kamu akan merasa saya ini XL (extra lebay) tapi saya juga bingung. Semalam sewaktu saya berdiskusi dengan teman saya yang lain tentang perihal kecopetan. Katanya "kamu kasian apa perhatian nih, suka kali?"
BUKAN, SAYA CUMA INGIN MENOLONG DENGAN KEADAAN SAYA SENDIRI YANG TERBATAS.

Tapi saya sendiri juga sadar, gak harus segitunya. Auuuuu ahhhhhhhhh *senewensenewensenewen*

0 komentar:


up