Tampilan facebook saya dulu dan sekarang

Entah kenapa hari ini saya memulai pekerjaan saya dengan facebook...
Saya menyukai timeline saya *buakkaakaka, tidak heran semakin rajin mengunjungi facebook

See.....my cutes face explored there!!!!! Maklum saja social networking mulai membebaskan orang untuk berekspresi dan mulai mengagumi dirinya sendiri. Memang saya pecinta liberlisasi, entah ini liberal atau bodoamat orang mau jungkir balik mau kayang, salto apalah yang mereka suka silakaaan.

Dulu
Photo 1

And here we go,
saya membuka awal tampilan facebook saya, tanggal 4 Januari 2009. Foto jelek saya bermunculan, dengan muka alay khas remaja mata di belo-beloin, bibir dimonyong-monyongin dengan kepala miring. Entah kenapa sepertinya semakin monyong semakin banyak friend request mungkin yang saya pikirkan dulu. Karena semakin banyak friend request akan semakin bangga seseorang ketika sedang ngobrol dengan temannya, seperti obrolan berikut:
Saya : "Facebook makin rame aja yah?" I Inisial N :"Aku udah bosen maenan facebook, apaaan banyak friend request gak jelas. Kenal juga kagak" I Inisial C : " Heem, cowokku tuh ampe komen, yang-yang siapa aja sih itu orang yang suka ngewall di facebook kamu. Aku gak suka (protes cowoknya) I Saya : hening.

Berkecamuk dalam pikiran saya waktu itu, 
errrr.....mereka keberatan punya banyak fans (baca:friend request) rasanya cuma saya yang kayaknya pengen punya seribu sekian sekian teman di facebook saya. BIAR TERLIHAT LAKU.
Bahkan sampai sekarang pun sisa-sisa kerja keras saya mengumpulkan friend request saya sampe seribu sekian sekian tetap saya pertahankan mengingat image TERLIHAT LAKU ITU.

The point is
Saya menjadi orang yang memiliki percaya diri yang meningkat, meng-upload foto aneh saya untuk dikomentari. Saya menjadi orang yang jual mahal dengan chat "nama kamuwh ciapa? nag mana?". So freaky yeah????
Saya lalu menjadi orang yang ekstrovet di depan publik. Sumpah, waktu tadi saya baca ulang -____- owh no, gilak saya kampungan super kampung dah. Tapi sudahlah memang saya ini suka menjadi pusat perhatian, pusat kelucuan, dan pusat-pusat yang lain sepertinya. Tapi saat ini saya benar-benar ingin menjadi pusat bagi diri saya sendiri (entah bagaimana maksudnya....lol)

0 komentar:


up