ku menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu
tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmuku kan selalu di sini untuk menunggumu
cinta itu ku berharap kau kelak kan cintai aku
saat kau telah tak bersama kekasihmu
ku lakukan semua agar kau cintaiku
haruskah ku bilang cinta
hati senang namun bimbang
ada cemburu juga rindu
ku tetap menunggu
datang padaku, ku tahu kelak kau kan datang kepadaku
saat kau sadar betapa ku cintaimu
ku akan selalu setia tuk menunggumu
by.Rossa
penggalan lirik di atas pastinya mewakili perasaan seseorang, walaupun dia tidak atau bahkan belum sampai hati untuk menjadikannya status dalam jejaring sosial.
sama seperti saya dua tahun yang lalu
menunggu dia yang ketika itu masih tetap menggenggam hati saya yang telah membawa hati orang lain dalam waktu yang bersamaan. dan orang lain itu juga telah saya kenal baik selama masih duduk di bangku SMA.
Ketika itu saya hanya berkeyakinan bahwa suatu hari nanti pasti dia akan kembali mendatangi saya dan meminta saya kembali, sehingga kehadiran orang baru ini hanyalah sebagai escape setelah sakit hatinya dengan saya. karena hubungan yang kami jalani sebelumnya telah sampai pada tahap sangat serius untuk anak berusia 19 tahun seperti saya.
selama proses menunggu saya berlaku manis, menutupi ego saya, merubah penampilan hingga pergaulan saya. karena dalam artikel yang pernah saya baca "cara terbaik untuk mengatasi patah hati adalah dengan merubah penampilan dan menambah pergaulan".
Saya menunggu satu tahun, lalu bertambah setengah tahun dan saya mulai sadar tidaklah menyenangkan memperturutkan keinginan saya yang jika pada akhirnya membuat orang lain menderita. toh kami sama-sama perempuan apalagi saya pernah menjadi kakak baginya (mungkin).
Dan sekarang.....
saya berada pada tempat itu --kekasih laki-laki yang sampai saat ini masih ditunggu oleh mantan kekasihnya-- hehe....kedengarannya lebih rumit daripada mengalaminya sendiri.
yang saya rasakan adalah iba
dan dia yang saat ini dekat dengan saya mungkin bukan orang seperti yang diceritakan mantan kekasihnya kepada saya.
yang saya rasakan semakin lama adalah takut
kalau nantinya saya akan bernasib sama seperti sebelumnya.
yang saya rasakan adalah mual
ketika saya harus mendengar kisah mereka kembali.
yang saya rasakan adalah mencoba berempati
sungguh saya tidak ada dalam benak saya mantan kekasih ini datang/menunggu mengambil milik saya,
saya hanya mencoba mengatasi kekhawatiran saya dengan mendisposisikan saya kembali seperti ketika saya "menunggu".
terima kasih
kedatanganmu menjadikan saya tahu siapa dia sebelumnya
saya membukakan tali pertemanan lebar-lebar
untuk berbagi
namun bukan berarti saya menyediakan peluang untukmu
selesaikan proses itu dengan caramu sendiri
terima kasih telah mengajarkan sesuatu untuk dia
berbahagialah